Perbedaan Kebutuhan dan Keinginan yang Harus Anda Ketahui

Kebutuhan dan keinginan adalah konsep yang memiliki sifat dan makna yang hampir serupa namun memiliki  perbedaan yang mencolok antara kebutuhan dan keinginan.

Dalam kebanyakan situasi, kebutuhan dan keinginan kita sering tumpang tindih satu sama lain. Seringkali, kita merasa bahwa yang kita butuhkan adalah yang kita inginkan dan yang kita inginkan adalah yang kita butuhkan.

Ini adalah kebingungan dalam pikiran banyak orang karena mereka merasa bahwa kebutuhan dan keinginan adalah sinonim dan dapat digunakan secara bergantian. Kebutuhan merujuk pada hal yang diperlukan untuk bertahan hidup. Di sisi lain, keinginan merujuk pada hal yang dinginkan oleh orang-orang dalam kehidupan walaupun tidak ada urgensi sekalipun mereka gagal mencapainya atau mendapatkannya.

Keinginan akan terus tumbuh dalam diri individu ketika dia mencoba lebih banyak untuk mencapainya. Seperti yang Anda lihat, kedua konsep ini sama sekali berbeda yang akan menjadi jelas setelah Anda membaca artikel ini.

Dalam KBBI sendiri arti kata kebutuhan adalah “yang dibutuhkan” sedangkan keinginan adalah “1 barang apa yang diingini (diinginkan); 2 peri-hal ingin; hasrat; kehendak; harapan”

“Discipline is remembering what you want.” – David Campbell

Apa itu Kebutuhan?

Kita  memiliki kebutuhan tertentu yang saya rasa kita tidak dapat hidup tanpanya atau kesulitan menjalani hidup. Kebutuhan paling dasar adalah makanan, pakaian, dan tempat tinggal atau lebih dikenal sandang, pangan dan papan.

Cinta yang kita terima dari keluarga dan teman-teman kita mungkin tidak muncul sebagai kebutuhan kita, tetapi itu juga kebutuhan dasar kita karena kalau tidak mendapatkan semua itu, kita merasa diabaikan dan tidak diinginkan.

Memuaskan kebutuhan kita sangat penting bagi kita karena hal tersebut sangat penting bagi diri kita secara individual. Kita harus makan ketika kita lapar dan perlu mengeluarkan atau buang air kecil ketika itu diperlukan. Kita harus memenuhi kebutuhan dasar untuk bertahan hidup. Kita tidak memikirkan air soda atau sirup ketika kita sangat haus, dan yang kita butuhkan hanyalah air untuk memuaskan dahaga kita.

Apa itu Keinginan?

Keinginan adalah sesuatu yang kita inginkan untuk diri kita sendiri. Keinginan ini bisa lemah atau sangat kuat. Jika kita merasakan keinginan kuat untuk sesuatu, kita bekerja keras untuk mencapainya untuk diri kita sendiri.

Keinginan tidak mendasar dan esensial bagi keberadaan kita, dan bukan berarti kita tidak dapat hidup tanpa hal-hal yang kita inginkan. Hal penting lain yang perlu diingat adalah bahwa keinginan tidak terbatas, dan kita tidak pernah puas sepenuhnya.

Keinginan telah dicap sebagai sumber masalah terus-menerus bagi umat manusia di banyak agama karena keinginan tidak pernah berakhir dan terus bermunculan satu demi satu sepanjang hidup kita.

Apa Perbedaan Antara Kebutuhan dan Keinginan?

Definisi Kebutuhan dan Keinginan:

  • Kebutuhan: Kebutuhan adalah hal dasar dan harus dipenuhi untuk kelangsungan hidup kita.
  • Keinginan: Keinginan adalah sesuatu yang kita inginkan untuk diri kita sendiri atau kepuasan kita.

Karakteristik Kebutuhan dan Keinginan:

Untuk Bertahan hidup:

  • Kebutuhan: Kebutuhan diperlukan untuk bertahan hidup.
  • Keinginan: Keinginan kurang diperlukan untuk kelangsungan hidup kita.

Sunber Kesedihan:

  • Kebutuhan: Kebutuhan adalah wajib untuk hidup, karenanya mereka tidak membawa kesedihan.
  • Keinginan: Keinginan adalah sumber kesedihan bagi manusia ketika orang mulai semakin menginginkan dalam hidup.

perbedaan kebutuhan dan keinginan 2

Perbedaan Kebutuhan dan Keinginan dalam Ilmu Ekonomi

Sederhananya, arti kebutuhan dalam definisi imu ekonomi hampir sama dengan pengertian kebutuhan pada umumnya yaitu sesuatu yang diperlukan untuk bertahan hidup. Dalam ilmu ekonomi, ide bertahan hidup itu nyata, artinya seseorang akan mati tanpa kebutuhannya terpenuhi. Ini termasuk hal-hal seperti makanan, air, dan tempat tinggal.

Suatu keinginan, dalam ekonomi, adalah satu langkah dalam urutan dari kebutuhan dan hanya sesuatu yang orang inginkan, yang mereka dapat, atau mungkin tidak bisa untuk didapatkan.

Dengan dua definisi sederhana itu, sepertinya tidak ada banyak yang harus dibahas lagi bukan?

Namun lebih jauh, perbedaan kebutuhan dan keinginan dalam ekonomi berkaitan dengan bagaimana kita mengalokasikan sumber daya yang langka, dan sumber daya yang langka itu mungkin diperlukan untuk memenuhi kebutuhan seseorang dan keinginan orang lain. Jadi, kita perlu membicarakan keinginan dan kebutuhan.

Bayangkan petani beras. Setelah panen ia memiliki dua pelanggan potensial: satu yang ingin membeli gabah untuk membuat bahan baku pakan ternak dan yang lain ingin menggunakannya untuk membuat beras untuk kebutuhan sehari hari.

Kebanyakan orang, jika menjawab dengan serius, dapat mengakui bahwa nasi lebih penting untuk menopang kehidupan sehari hari daripada harus menjualnya untuk bahan baku ternak.

Namun, kepada siapa petani menjualnya? Haruskah ada alasan jika seseorang ingin membeli produknya? Bukankah seharusnya dia hanya menjual dengan harga tertinggi? Ini adalah pertanyaan sulit tentang keinginan dan kebutuhan yang harus dijawab oleh ekonomi.

Konsep Invisible Hand atau Tangan yang Tidak Terlihat

Adam Smith, bapak ekonomi modern, menyarankan bahwa sebagian besar masalah ekonomi akan diselesaikan dengan metafora tangan yang tak terlihat atau Invisible Hand.

Tangan yang tak terlihat adalah nama kekuatan pasar yang bekerja ketika pembeli dan penjual menegosiasikan harga dan mencari kepentingan mereka sendiri. Konsumen memilih produsen favorit mereka dengan menghadiahi mereka beberapa penjualan sambil mengejar produsen lain dengan layanan atau produk yang lebih buruk agar keluar dari bisnis.

Gagasan tentang tangan tak terlihat itu penting dalam ekonomi – terutama dalam sistem pasar bebas, tetapi itu tidak selalu berkinerja baik ketika datang untuk mengalokasikan sumber daya yang terkait dengan kebutuhan.

Ini mengasumsikan bahwa konsumen akan membayar lebih untuk apa yang mereka butuhkan daripada apa yang mereka inginkan, tanpa memikirkan orang yang tidak mampu membayar dan memenuhi kebutuhan mereka.

Kembali ke contoh petani gabah tadi, apa yang akan terjadi dengan metafora tangan tidak terlihat? Karena pakan ternak  akan menghasilkan harga yang lebih tinggi, para produsen besar pakan itu akan lebih bersedia membayar harga yang lebih tinggi untuk gabah sang petani.

Jadi, tangan tak kasat mata akan mengklaimnya sebagai penawar tertinggi dan petani memberi gabah hasil panennya daripada orang yang membutuhkannya namun menawar dengan harga rendah.

Kesimpulan

Itulah pengertian dan perbedaan antara kebutuhan dan keinginan dalam kehidupan sehari hari maupun dalam ilmu ekonommi. Sagat penting untuk mempertimbangkan dan memikirkan hal apa saja yang Anda butuhkan atau Anda inginkan, jangan sampai Anda keliru menilai kedua hal ini.

Seperti yang telah kami sampaikan diatas, terkadang memang sulit untuk membedakannya namun yang pasti adalah bahwa keinginan menciptakan ambisi dan kesedihan jika Anda tidak berhasil mencapainya. Bijaklah dalam memilih hal yang Anda anggap kebutuhan atau keinginan. Karena jika tidak itu akan menyulitkan Anda dan orang orang di sekitar Anda.

 

Tertarik membaca artikel menarik lainnya? Cek di bawah ini: