Cara Meningkatkan Keuntungan Tanpa Meningkatkan Penjualan

Sebagian besar bisnis memilih untuk meningkatkan penjualan untuk meningkatkan keuntungan yang lebih tinggi dalam bisnis. Ini memang strategi yang bagus, terutama jika Anda mampu menyimpan banyak barang dan menjualnya dengan biaya rendah.

Tetapi bagaimana jika Anda adalah bisnis kecil atau wirausahawan kecil yang tidak mampu mengelola inventaris dalam jumkah besar?

Untungnya, Anda tidak membutuhkan angka penjualan yang tinggi untuk menjadi perusahaan yang menguntungkan.

Teruslah membaca untuk mempelajari dasar-dasar margin keuntungan: Mengapa beberapa perusahaan memiliki persentase keuntungan yang rendah meskipun penjualannya baik, dan bagaimana Anda dapat meningkatkan laba tanpa meningkatkan penjualan.

Apa Itu Margin Keuntungan?

Sederhananya, ini adalah perbedaan keseluruhan antara berapa banyak nilai yang diperoleh perusahaan dan berapa banyak kerugiannya melalui biaya operasi. Keuntungan biasanya nilai yang diperoleh dari penjualan produk atau jasa, sedangkan kerugian terdiri dari biaya-biaya yang dikeluarkan dalam menjalani usaha tersebut.

Persentase menunjukkan kepada Anda berapa nilai keuntungan yang Anda peroleh dari setiap rupiah yang diperoleh dari penjualan. Semakin tinggi persentasenya, semakin banyak uang yang dihasilkan perusahaan, dan ini semakin baik.

Pentingnya Mengetahu Laba Bersih pada Bisnis

Untuk menghitung laba kotor, pertama-tama Anda perlu mengetahui laba bersih Anda. Untuk mengetahuinya, hitung total semua pendapatan yang Anda hasilkan, lalu kurangi semua biaya dari jumlah itu. Ini termasuk biaya operasi, pajak terutang, dan biaya langsung untuk menyediakan produk atau layanan untuk dijual.

Setelah Anda mengetahui laba bersih Anda, hitung margin dengan membagi laba bersih dengan penjualan bersih, lalu kalikan angka ini dengan 100 untuk menghasilkan persentase.

Ini adalah laba bersih, dan angka ini menunjukkan keuntungan bisnis Anda. Angka ini akan memberi Anda gagasan yang baik tentang apakah Anda menghasilkan banyak uang meskipun ada biaya operasi, atau jika pengeluaran bisnis Anda terlalu tinggi dibandingkan dengan pendapatan Anda.

Tidak ada angka yang pasti, tetapi umumnya, 10% dianggap baik untuk bisnis, sementara 5% dianggap agak rendah.

Bagaimana Penjualan Dapat Meningkatkan Keuntungan?

Meningkatkan penjualan adalah cara paling dasar untuk meningkatkan keuntungan. Ini adalah solusi langsung dan banyak dipakai oleh banyak usaha.

Anda menjual lebih banyak untuk menghasilkan lebih banyak uang. Namun, ini belum tentu merupakan cara yang paling efisien untuk menghasilkan keuntungan, karena Anda dapat memindahkan dan menyimpan banyak produk atau secara konsisten menjual layanan, tetapi dengan harga yang hampir tidak menutupi biaya yang dikeluarkan untuk memasoknya.

Penjualan yang lebih berfokus pada kualitas daripada volume dapat mematok harga lebih tinggi tanpa meningkatkan jumlah total atau jumlah yang terjual.

cara meningkatkan keuntungan 2

Bagaimana Cara Meningkatkan Keuntungan Tanpa Meningkatkan Penjualan?

Salah satu cara terbaik untuk meningkatkan nilai keuntungan Anda adalah dengan memotong biaya untuk inventaris dan pengoperasian.

Berikut adalah lima tips untuk membantu Anda memantau kedua faktor tersebut agar dapat memaksimalkan keuntungan tanpa harus meningkatkan penjualan.

1. Negosiasi dengan suplier untuk mendapatkan harga yang lebih baik

Mengurangi pengeluaran dalam bisnis adalah cara terbaik bagi perusahaan Anda untuk meningkatkan laba. Bicaralah dengan pemasok atau suplier pada bisnis Anda tentang mendapatkan diskon besar-besaran untuk bahan baku atau persediaan dengan perjanjian pembayaran tunai atau melakukan pembayaran dimuka dengan nilai yang besar.

Cara ini sangat cocok untuk Anda yang berniat menurunkan biaya keseluruhandari pengelolaan inventaris Anda.

2.  Pastikan Anda memiliki jumlah minimal dan maksimal pada jumlah persediaan stok

Apakah Anda terlalu banyak menimbun produk tertentu? Pastikan Anda selalu memantau laporan stok perusahaan Anda untuk melihat apakah ada persediaan produk dalam jumlah besar yang tidak berkurang dari waktu ke waktu.

JIka Anda menyimpan banyak item namun tidak menjual cukup banyak, hal ini dapat mengakibatkan hilangnya inventaris karena depresiasi, salah penempatan, kedaluarsa atau bahkan pencurian seiring waktu.

Lihatlah angka-angka pada laporan stok secara rutin dan bersikaplah tegas. Persediaan yang terlalu banyak mungkin sulit bagi perusahaan untuk dijual kepada pelanggan kecuali Anda memangkas harga, yang tentunya ini akan mengurangi keuntungan per item yang terjual.

Gunakan sistem inventori otomatis untuk melacak kapan harus menyimpan barang tertentu dan barang mana yang paling banyak dibeli oleh pelanggan, salah satunya software akuntansi Accurate Online. Ini akan memberi Anda gambaran yang bagus tentang pasar mana yang akan ditargetkan untuk meningkatkan keuntungan.

3. Tingkatkan harga Anda dan pikirkan sebelum memberi diskon

Ini mungkin tampak berlawanan dengan intuisi dalam bisnis, tetapi strategi memberikan diskon paling baik digunakan oleh bisnis besar yang mampu memiliki profitabilitas yang berfokus pada volume.

Jangan menurunkan harga Anda hanya untuk mendorong penjualan, karena ini akan membuat Anda memiliki lebih sedikit uang untuk menutupi biaya Anda.

Fokus pada penyediaan produk berkualitas yang dapat memberikan harga yang sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan pesaing Anda, atau mencari cara untuk membuat konsumen Anda lebih nyaman membeli barang yang sama dari Anda meskipun harganya lebih mahal.

4. Selalu periksa laba kotor Anda

Jika laba kotor yang Anda peroleh dari suatu produk atau layanan tidak terlalu tinggi, Anda harus mengeluarkan banyak uang untuk terus menawarkannya dan memasarkannya. Jangan menyia-nyiakan sumber daya pengoperasian pada item yang mungkin bergerak cepat, tetapi tidak terlalu menguntungkan.

Sekalipun penjualan tinggi untuk produk atau layanan tertentu, bisnis Anda mungkin membutuhkan waktu lama untuk menghasilkan keuntungan besar hanya karena kebutuhan untuk terus meningkatkan penjualan.

Volume adalah salah satu cara untuk memaksimalkan keuntungan, tetapi jika Anda menginginkan solusi yang tidak mengharuskan Anda meningkatkan penjualan, beralihlah dengan menyediakan sesuatu yang dapat Anda jual dengan harga lebih tinggi dengan margin yang lebih baik.

5. Pikirkan sebelum menyimpan stok atau layanan yang slow-moving

Jika Anda menjual banyak barang dan jasa, Anda pasti memiliki beberapa yang paling laris, dan yang lainnya membutuhkan waktu lebih lama untuk meyakinkan pelanggan agar membeli.

Pertimbangkan apakah masih layak untuk menawarkan produk atau layanan ini, atau jika Anda harus menghapus dan cukup fokus pada apa yang lebih populer dengan kebutuhan mayoritas pelanggan Anda.

Jika tidak, Anda bisa membuang-buang uang untuk membeli persediaan guna menyediakan sesuatu yang tidak begitu diminati orang.

Batasi jumlah produk atau layanan yang Anda tawarkan untuk dijual, meskipun ini berarti menghentikan sesuatu yang sudah lama Anda tawarkan kepada pelanggan. Dengan melakukan ini, Anda akan mengurangi persediaan yang Anda butuhkan dan akibatnya mengurangi biaya operasi secara keseluruhan.

Kesimpulan

Yang perlu ditekankan disini adalah: bukan berarti meningkatkan penjualan tidak penting, bukan! Penjualan adalah keharusan dalam membuat bisnis yang menguntungkan dan berkembang. Namun dengan melakukan improvisasi pada pengelolaan inventori dan memaksimalkan efisiensi biaya operasional akan meningkatkan nilai keuntungan bisnis Anda secara menyeluruh.

Pastikan Anda memahami seluruh tips diatas untuk mendapatkan keuntungan bisnis yang maksimal dan tidak ada pos pengeluaran yang mengalami pemborosan atau stok yang terbuang sia sia.

Ingin artikel seperti ini ada di website perusahaan Anda? Atau sedang mencari jasa penulis artikel? Hubungi kami melalui tautan ini.

 

Berikut adalah artikel pemasaran  lainnya yang bisa Anda baca:

Advertisement