Metode Akuntansi: Pengertian, Jenis dan Cara Memilihnya untuk Bisnis

Penggunaan akuntansi dan pembukuan pada bisnis berbeda beda tergantung pada jenis bisnisnya. Cara pencatatan pembukuan bisnis satu tidak sama dengan bisnis lainnya, begitupun dengan metode akuntansi yang mereka gunakan. Ada beberapa pertimbangan para pebinis memilih metode akuntansi yang tepat untuk usaha mereka.

Namun, apa itu metode akuntansi? Baca terus artikel ini untuk mengetahui secara mendalam tentang apa itu metode akuntansi dan mengetahui mana yang cocok untuk bisnis Anda.

Apa itu Metode Akuntansi?

Metode akuntansi mengacu pada seperangkat aturan yang dipatuhi perusahaan saat menyimpan catatan keuangan dan melaporkan transaksi keuangannya. Transaksi dicatat dengan cara yang secara akurat mencerminkan pendapatan sebenarnya. Dua metode dasar akuntansi adalah meode akuntansi kas dan akuntansi akrual.

Berdasarkan metode kas, pendapatan dan beban dilaporkan dan dikurangkan dalam tahun pajak masing-masing diterima dan dibayarkan. Di sisi lain, dengan metode akrual, pendapatan dan beban umumnya dilaporkan dalam tahun pajak pada saat realisasi, kapan pun mereka diterima.

Jenis Metode Akuntansi

1. Metode kas

Akuntansi berbasis kas relatif mudah untuk diterapkan; oleh karena itu, ini biasanya digunakan oleh usaha kecil. Metode kas tidak sesuai dengan konvensi Prinsip Akuntansi yang Diterima Secara Umum (PABU). Berdasarkan metode kas, transaksi keuangan tidak dicatat sampai benar-benar direalisasikan.

Misalnya, pendapatan dicatat saat pembayaran diterima, sedangkan biaya dicatat dalam pembukuan akun saat tagihan dilunasi. Laporan keuangan yang disusun berdasarkan akuntansi kas berisi informasi tentang sumber kas selama periode pajak, bagaimana kas digunakan, serta saldo kas pada tanggal pelaporan. Informasi tambahan tentang kewajiban mungkin terdapat dalam catatan atas laporan keuangan.

Meskipun metode berbasiss kas paling tepat untuk kepemilikan perseorangan dan usaha kecil, metode ini juga digunakan untuk mengelola keuangan pribadi hingga batas tertentu. Aturan di Amerika misalnya, jika penjualan tahunan yang direalisasikan bisnis lebih dari $ 5 juta, Internal Revenue Service (IRS) menentukan bahwa ia harus menggunakan metode akuntansi akrual.

Salah satu kelemahan penting dari metode ini adalah metode ini dapat memberikan gambaran yang menyesatkan tentang kesehatan keuangan entitas, terutama jika ada transaksi seperti biaya yang belum dibayar, penerimaan kas, atau piutang yang belum dibayar, tidak disajikan dalam laporan keuangan.

2. Metode akrual

Metode  akrual didasarkan pada prinsip pencocokan, yang bertujuan untuk mencocokkan pendapatan dan pengeluaran pada tahun yang benar.

Kriteria ini selanjutnya didasarkan pada hubungan sebab-akibat antara pendapatan dan pengeluaran yang dilaporkan, menjadikannya prasyarat untuk prinsip pencocokan.

Pencocokan pendapatan dan biaya membantu metode akrual untuk mencapai pengukuran yang lebih akurat dari pendapatan bersih periodik bisnis karena transaksi dicatat bersama dalam periode yang sama.

Dalam akuntansi akrual, laba hanya dicatat setelah diperoleh, dan biaya dicatat setelah terjadinya. Artinya faktur dapat diakui sebagai pendapatan, meskipun dana belum diterima.

Demikian pula, biaya dicatat meskipun pembayaran dapat ditangguhkan. Penting untuk dicatat bahwa ketika menerima pembayaran uang muka dengan metode akrual, pengakuan uang muka ditunda hingga periode berikutnya saat pendapatan diperoleh. Namun, tidak mungkin untuk menunda setelah tahun pajak berikutnya.

Akibatnya, uang muka harus dimasukkan dalam pendapatan dalam laporan keuangan yang relevan dan penerimaan bruto untuk tujuan perpajakan.

Berikut adalah artikel akuntansi menarik lainnya yang bisa Anda baca:

metode akuntansi 2

Memilih Metode Akuntansi yang Tepat Untuk Bisnis Anda

Metode akuntansi akrual menjadi berharga dalam entitas bisnis yang besar dan kompleks, mengingat gambaran akurat yang diberikannya tentang posisi keuangan perusahaan yang sebenarnya. Contoh tipikal adalah perusahaan konstruksi, yang mungkin memenangkan proyek konstruksi jangka panjang tanpa pembayaran tunai penuh sampai proyek selesai.

Berdasarkan metode berbasis kas, perusahaan akan menimbulkan banyak biaya, dan sampai seluruh pembayaran pendapatan diterima, perusahaan tidak akan merealisasikan pendapatan. Artinya, pembukuan perusahaan akan terlihat buruk sampai kas tercatat. Seorang pemberi pinjaman, misalnya, akan menganggap perusahaan tersebut tidak layak kredit karena biayanya yang besar dan berada dalam posisi rugi yang besar.

Contoh kasus, di bawah metode akuntansi akrual, perusahaan konstruksi akan merealisasikan sebagian pendapatan dan beban yang sesuai dengan proporsi pekerjaan yang diselesaikan. Ini dapat memberikan keuntungan atau kerugian di setiap tahun keuangan di mana proyek masih aktif. Metode tersebut dinamakan metode persentase penyelesaian.

Namun demikian, dengan menggunakan metodr kas akan memberikan gambaran sebenarnya dari kas yang sebenarnya masuk dan uang yang diterima. Pendekatan seperti itu akan menunjukkan kepada calon pemberi pinjaman gambaran sebenarnya dari seluruh aliran pendapatan perusahaan.

Metode Akuntansi dan Perpajakan

Pembayar pajak diharuskan oleh Dirjen Pajak untuk secara konsisten menggunakan metode akuntansi yang secara akurat menangkap pendapatan sebenarnya. Konsistensi sangat penting karena pertukaran metode yang berbeda dalam satu pembukuan berpotensi menciptakan celah yang dapat digunakan perusahaan untuk memanipulasi pendapatannya dan pada akhirnya menggantikan beban pajak.

Terlepas dari itu, asalkan persyaratan yang ditentukan terpenuhi, perusahaan diberi keleluasaan untuk menggunakan metode campuran kas dan akrual pada perusahaan asalkan semua data keuangan tersaji secara faktual dan jelas.

Kesimpulan

  • Metode akuntansi mengacu pada seperangkat aturan dan pedoman yang menentukan bagaimana perusahaan melaporkan pendapatan dan pengeluarannya.
  • Dua metode akuntansi utama adalah metode kas dan akrual. Berdasarkan metode berbasis kas, pendapatan dicatat sebagai diterima, dan biaya dicatat setelah pembayaran, sedangkan dengan metode berbasis akrual, transaksi dicatat pada saat direalisasikan.
  • Metode berbasis kas  adalah metode yang sederhana, mudah diterapkan, dan sesuai untuk bisnis kecil, sedangkan metode berbasis akrual umumnya kompleks dan mahal.

Ingin artikel seperti ini ada di website perusahaan Anda? Atau sedang mencari jasa penulis artikel? Hubungi kami melalui tautan ini.