Brand Activation: Pengertian, Tujuan, Jenis, & Contohnya

Saat berhadapan dengan pelanggan yang berpengetahuan luas saat ini, merek tidak dapat lagi berharap untuk menarik perhatian dengan iklan atau papan reklame sederhana. Mereka membutuhkan sesuatu yang unik dan out of the box untuk menonjol dari keramaian. Di sinilah brand activation harus ada dalam strategi pemasaran Anda. Brand activation membantu konsumen berhubungan dengan merek dengan cara yang lebih baik dan sebagai hasilnya merek menjadi bagian dari kehidupan mereka.

Ini adalah interaksi dua sisi antara merek dan pelanggan di mana merek mengembangkan pengalaman untuk menonjol di mata pelanggan.

Secara tradisional, brand activation dianggap sebagai gimmick pemasaran. Namun, sudah menjadi kebutuhan bagi perusahaan yang ingin terhubung dengan pelanggan mereka dan meningkatkan merek mereka di masa sekarang ini. Dalam perebutan perhatian ini, merek berusaha sekuat tenaga untuk terlibat dan berinteraksi dengan pelanggan potensial mereka.

Baru-baru ini, Oreo membangun lemari besi tahan asteroid di Norwegia untuk melindungi cookie dari potensi serangan asteroid, sementara Carlsberg meluncurkan papan iklan yang membagikan bir gratis untuk konsumen.

Dengan perusahaan yang berusaha keras untuk mengangkat merek mereka, orang mungkin ingin tahu tentang apa itu brand activation dan mengapa itu sangat penting.

Apa itu Brand Activation?

Brand activation adalah jenis pemasaran aktif dan emotif yang dilakukan dalam bentuk kampanye, acara, interaksi, atau pengalaman dengan tujuan untuk mendorong tindakan pelanggan dan membangun hubungan dua arah antara merek dan pelanggan.

Istilah tersebut dapat lebih dipahami dengan mempelajari berbagai berikut:

Jenis pemasaran aktif dan emotif

Pemasaran aktif memerlukan partisipasi sadar oleh perusahaan untuk mempromosikan mereknya. Saat itulah perusahaan secara proaktif menjangkau konsumen untuk terhubung dengan mereka dan membentuk citra merek mereka.

Dilakukan dalam bentuk kampanye, atau acara

Brand activation dilakukan melalui acara atau kampanye tertentu untuk mendorong tindakan pelanggan. Tujuan strategi ini pada dasarnya adalah mempengaruhi konsumen untuk bertindak. ‘Aksi’ di sini berarti interaksi perusahaan dengan konsumen. Keterlibatan dan partisipasi pelanggan dalam acara brand activation menghasilkan komunikasi dua arah.

Membangun hubungan dua arah antara merek dan pelanggan

Perusahaan bertujuan untuk membangun hubungan pribadi yang kuat dengan audiens target dengan terlibat dengan mereka. Brand activation membantu konsumen untuk memahami merek dengan cara yang lebih baik, dan sebagai hasilnya, membangun kepercayaan dan loyalitas antara konsumen dan merek.

Dengan kata lain, brand activation adalah sebuah acara atau kampanye yang memungkinkan perusahaan untuk berkomunikasi langsung dengan konsumen dan mengangkat mereknya.

Ini dapat dilihat sebagai upaya untuk membuat merek dikenal di antara pasar sasarannya atau untuk mendorong tindakan konsumen dengan memberi mereka gambaran sekilas tentang merek tersebut.

Tapi, istilah ini sering tertukar dengan pemasaran merek dan strategi merek lainnya. Perbedaan antara keduanya adalah bahwa brand activation mengacu pada kampanye atau acara tertentu. Ini dapat dilihat sebagai aktivitas khusus untuk meningkatkan atau meningkatkan merek suatu perusahaan. Sedangkan pemasaran merek mengacu pada proses berkelanjutan mempromosikan atau mengelola merek perusahaan.

Tujuan Brand Activation

Baik merek baru saja diluncurkan atau sudah ada, kampanye brand activation dapat memastikan bahwa perusahaan dan merek tetap relevan dan diminati. Ini dapat secara efektif membantu merek meningkatkan basis penggunanya, mengubah citranya untuk selamanya, menarik perhatian audiens, dan menghidupkan merek.

Beberapa tujuan dari brand activation adalah:

Untuk meningkatkan visibilitas

Bahkan jika suatu merek sudah mapan atau memiliki kehadiran tertentu, perusahaan dapat mengatur kampanye brand activation untuk meningkatkan visibilitas dan menarik lebih banyak pelanggan.

Untuk meningkatkan brand awareness

Sebagian besar konsumen tidak mengenali merek baru dan produk mereka. Perusahaan semacam itu dapat menjangkau audiens target mereka dan meningkatkan kesadaran melalui brand activation.

Misalnya, Laive, merek susu lokal dari Peru, menghasilkan 63.800 share, 22.100 komentar, dan 800.000 suka di media sosial. Perusahaan mempekerjakan pengemudi Italia dan menempatkan mereka di beberapa restoran paling terkenal.

Pengemudi ini mengikuti pengantar dari restoran tersebut dan memberi pelanggan mereka keju parmesan gratis untuk dinikmati bersama makanan mereka. Melalui aktivasi ini, merek tersebut membangkitkan kesadaran dan mengumpulkan banyak perhatian.

Untuk membangun kepercayaan dan hubungan dengan konsumen

Tujuan lain dari brand activation adalah untuk membangun kepercayaan konsumen terhadap merek dan penawarannya. Kepercayaan pada merek sering kali mengarah pada loyalitas konsumen, yang mengarah pada pembelian berulang.

Perusahaan bahkan dapat menggunakan loyalitas ini untuk meningkatkan penjualan dengan mengembangkan kampanye pemasaran dari mulut ke mulut dan rujukan.

Untuk memperkuat proposisi

Brand activation meningkatkan dan memperkuat proposisi nilai merek. Melalui strategi ini, perusahaan mengingatkan konsumen akan misi dan visi mereka.

Misalnya, Nike, perusahaan multinasional Amerika, mengorganisir kampanye brand activation di mana perusahaan merancang dan mendistribusikan bola boneka (boneka berbentuk seperti bola) untuk menginspirasi audiensnya, terutama anak perempuan, untuk tertarik olahraga. Melalui kampanye ini, perusahaan berinteraksi dengan audiensnya dan memperkuat pernyataan misinya, yaitu ‘Just Do It’.

Untuk mendorong keterlibatan konsumen

Brand activation membantu menciptakan tautan atau jembatan antara pelanggan dan merek, yang menghasilkan keterlibatan konsumen. Keterlibatan pelanggan mengacu pada kesediaan pelanggan untuk berpartisipasi secara aktif dan berkomunikasi dengan merek.

Keterlibatan dan interaksi konsumen adalah salah satu tujuan terpenting dari kampanye brand activation. Keterlibatan semacam ini dapat dilihat secara khas ketika perusahaan melakukan aktivasi melalui experiential marketing.

Jenis Brand Activation

Proses brand activation memerlukan perancangan acara atau kampanye tertentu untuk mencapai hasil yang diinginkan berdasarkan tujuan yang telah ditentukan. Kampanye biasanya melibatkan berbagai titik kontak dengan konsumen.

Ini berarti bahwa, dibandingkan dengan strategi pemasaran lainnya, perusahaan mungkin harus menginvestasikan lebih banyak waktu dalam penelitian, perencanaan, dan pelaksanaan.

Namun, seperti strategi pemasaran lainnya, ada banyak pilihan yang tersedia bagi perusahaan.

Beberapa strategi brand activation yang paling efektif adalah:

Experiential Marketing

Experiential Marketing atau pemasaran pengalaman, juga dikenal sebagai pemasaran keterlibatan, adalah bagian penting dari strategi brand activation. Seperti namanya, metode ini memerlukan penciptaan lingkungan yang imersif di mana konsumen dapat merasakan produk (atau layanan) merek secara langsung.

Misalnya, untuk mempromosikan merek kosmetik, perusahaan yang bersangkutan dapat mengadakan kampanye di mana konsumen bisa mendapatkan makeover dari stylist yang disewa oleh perusahaan.

Kampanye ini akan membantu konsumen berinteraksi secara fisik dan terlibat dengan merek sekaligus memberikan pengalaman yang menyenangkan kepada audiens target.

Pemasaran pengalaman membangun kepercayaan saat konsumen terhubung secara pribadi dengan merek. Ini juga membantu menghidupkan merek untuk audiens target.

Ini dapat dipahami dengan bantuan sebuah contoh:

T-Mobile

Beberapa tahun yang lalu, T-mobile, sebuah perusahaan telekomunikasi, mengadakan kampanye pemasaran berdasarkan pengalaman yang sangat kreatif dan interaktif. Perusahaan merancang set-up, yang memungkinkan masyarakat umum untuk memainkan versi nyata Angry Birds menggunakan smartphone mereka. Anda dapat melihat videonya melalui tautan ini.

Brand activation di dalam toko

Metode lain untuk mengaktifkan dan mengangkat merek adalah melalui brand activation di dalam toko. Strategi ini lebih tersebar luas di kalangan pengecer dan merek B2C daripada merek B2B.

Perusahaan menyelenggarakan acara langsung, menyediakan minuman, atau menggunakan teknologi pengalaman untuk meningkatkan pengalaman pelanggan daripada sekadar mendemonstrasikan produk.

Brand activation di dalam toko dapat membantu pelanggan terhubung dengan merek dan terkadang mengalami apresiasi yang baru ditemukan untuk merek tersebut. Ada banyak contoh populer di mana merek telah menemukan strategi inovatif untuk berinteraksi dengan pelanggan di dalam toko.

John Lewis

Merek Inggris menerapkan activation merek di dalam toko di 42 toko di seluruh negeri. Strateginya termasuk merancang ‘sarang Monty’ bersama dengan boneka mainan, pakaian, dan versi aplikasi dari buku cerita. Pengalaman langsung benar-benar menghidupkan merek bagi pembeli di dalam toko. Lihat videonya melalui tautan ini.

Kampanye sampel gratis

Kampanye sampel gratis adalah salah satu strategi brand activation yang paling banyak dicoba dan diuji. Kampanye semacam itu sederhana namun efektif dan menyenangkan.

Idenya di sini adalah untuk memikat konsumen dengan membiarkan mereka mencoba beberapa produk atau layanan secara gratis sehingga mereka dapat menikmati dan terhubung dengan merek tersebut.

Misalnya, perusahaan dapat mengadakan kontes di mana pemenangnya akan menerima produk atau layanan perusahaan secara gratis atau hanya mengadakan kampanye ‘giveaway’ untuk memberikan kesempatan kepada konsumen untuk mencoba produk secara gratis.

Bagian yang menantang dari kampanye semacam itu adalah memilih lingkungan yang benar dan melaksanakan acara dengan benar. Tanpa implementasi yang tepat, pelanggan mungkin merasa tidak nyaman atau tidak menyenangkan. Berikut adalah beberapa contoh menarik dari kampanye sampel gratis:

Ikea menginap

Setelah lebih dari 100.000 orang bergabung dengan grup Facebook yang disebut ‘Saya ingin menginap di Ikea’, perusahaan mengizinkan 100 dari mereka untuk bermalam di salah satu gudangnya. Para pemenang diberi minuman, manikur, pijat, mereka diperlihatkan film, dan bahkan ada cerita yang dibacakan untuk mereka oleh seorang selebriti. Lihat videonya melalui tautan ini.

Kampanye Digital

Pentingnya media sosial dan kampanye digital tidak dapat dilebih-lebihkan di abad ke-20. Dengan munculnya internet, kebanyakan orang aktif di platform media sosial, yang bisa menjadi peluang bagi perusahaan untuk terlibat dengan audiens targetnya.

Secara umum, tim pemasaran terus menjalankan kampanye digital untuk proses pemasaran merek yang sedang berlangsung. Namun, dengan proses brand activation, kampanye menjadi lebih spesifik, lebih besar, dan terfokus pada target audiens.

Kampanye digital lebih hemat anggaran dan mudah dijalankan jika dibandingkan dengan kampanye brand activation lainnya. Namun, lebih banyak kreativitas, inovasi, dan penelitian diperlukan untuk menarik perhatian konsumen dan secara efektif mengangkat merek.

Beberapa contohnya adalah:

Apple

Raksasa teknologi meluncurkan kampanye yang disebut ‘Satu malam di iPhone 7’. Di bawah kampanye ini, perusahaan mengundang fotografer dari seluruh dunia untuk mengklik gambar menggunakan iPhone 7 baru mereka untuk menyoroti kamera low-light baru perangkat.

Foto-foto ini kemudian dibagikan di media sosial agar dunia dapat melihat dan mengapresiasi iPhone dan fitur-fiturnya. Meskipun media sosial melengkapi kampanye brand activation yang lebih besar, media sosial memainkan peran besar dalam menyebarkan kesadaran tentang merek dan produknya.

Berikut adalah artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca:

Bagaimana Merek Mengembangkan Kampanye Brand Activation?

Mengorganisir dan melaksanakan strategi brand activation dapat menjadi hal yang membosankan dan melelahkan bagi perusahaan. Penelitian dan kreativitas yang diperlukan di sini jauh lebih banyak daripada yang diperlukan untuk strategi pemasaran lainnya.

Dan itulah mengapa merek perlu merencanakan setiap titik kontak dengan konsumen dengan hati-hati. Berikut adalah lima langkah yang dilakukan sebagian besar perusahaan saat mengatur kampanye brand activation:

Penelitian Dan Analisis

Langkah pertama memerlukan menganalisis dan meninjau posisi perusahaan saat ini. Para eksekutif harus menyadari kekuatan, kelemahan perusahaan, apa yang diperjuangkan perusahaan, tingkat keterlibatan saat ini, dll.

Ini dapat dilakukan melalui analisis SWOT perusahaan yang ekstensif. Selanjutnya, perusahaan harus mengembangkan persona pelanggan. Artinya, perusahaan harus mengenali karakteristik utama seperti minat, demografi, dan ciri-ciri audiens targetnya. Misalnya, target audiens untuk merek wiski adalah orang dewasa, tetapi konsumen untuk merek mainan adalah anak-anak.

Penelitian dan analisis terperinci membantu perusahaan dalam mengembangkan kampanye brand activation yang ideal untuk memenuhi tujuan dan persyaratannya.

Mengembangkan strategi

Fase kedua pengorganisasian kampanye brand activation meliputi membangun strategi untuk menyebarkan pesan organisasi kepada audiens targetnya.

Langkah ini termasuk memilih jenis kampanye yang ingin dijalankan perusahaan dan juga memutuskan di mana dan bagaimana kampanye akan dijalankan. Jenis kampanye tergantung pada tujuan perusahaan, audiens target, dan anggaran aktivasi.

Misalnya, perusahaan dengan anggaran rendah dapat menjalankan kampanye digital, sedangkan perusahaan dengan anggaran yang relatif lebih tinggi dapat menggunakan pemasaran pengalaman atau kampanye pengambilan sampel.

Penerapan

Langkah selanjutnya bagi perusahaan adalah mengeksekusi dan mengimplementasikan strategi. Acara tersebut harus menarik audiens target dan melibatkan mereka dalam kampanye dengan cara tertentu.

Misalnya, untuk mempromosikan film epik gangsternya, Netflix mengubah Little Italy di New York menjadi kota tahun 1975. Konsumen diberikan makanan gratis, potong rambut gratis, pencukuran jenggot, dan surat kabar dengan berita dari tahun 1975. Kampanye ini secara efektif melibatkan pengguna dan mencoba untuk menciptakan hubungan dua arah antara pengguna dan merek.

Pemasaran dan Promosi

Setelah menyusun strategi dan melaksanakan acara, langkah selanjutnya bagi merek adalah mempromosikan dan memasarkan acara tersebut agar dapat menyasar konsumen yang tidak dapat hadir atau berpartisipasi dalam kampanye.

Perusahaan dapat menerapkan berbagai strategi pemasaran untuk meningkatkan citra merek lebih jauh dan melibatkan audiens yang lebih besar. Strategi pemasaran dapat mendorong konsumen untuk membuat konten buatan pengguna atau melibatkan karyawan sebagai saluran pemasaran.

Contoh perusahaan Amerika bernama North Face dapat dipelajari untuk memahami pentingnya pemasaran. Perusahaan mengadakan kampanye brand activation untuk mempromosikan jaket barunya dengan membangun toko pop-up di Korea Selatan dan memungkinkan pelanggan untuk memainkan game arcade kehidupan nyata.

Tetapi perusahaan tidak berhenti di situ. Selanjutnya membuat video acara untuk berinteraksi dengan pelanggan yang tidak mendapatkan kesempatan untuk berpartisipasi dalam kampanye. Video tersebut mendapat lebih dari 3 juta tampilan dalam rentang waktu yang sangat singkat.

Evaluasi

Langkah terakhir dalam menerapkan kampanye atau brand activation adalah mengevaluasi efektivitas masing-masing program yang Anda buat.

Kampanye menghasilkan hasil kualitatif dan kuantitatif. Prinsip-prinsip tertentu yang dipertimbangkan merek saat mengevaluasi peristiwa stimulasi merek adalah pengembalian investasi (pengembalian jangka panjang dan jangka pendek), keunikan proposisi nilai merek, jangkauan pelanggan, dan keterlibatan pelanggan. Beberapa pertanyaan lain yang perlu dijawab perusahaan saat mengevaluasi adalah:

  • Apakah strategi itu relevan dengan misi keseluruhan merek?
  • Apakah mudah untuk mengubah strategi jika diperlukan?
  • Apakah strategi tersebut terintegrasi dengan saluran pemasaran perusahaan?

Evaluasi membantu perusahaan memastikan apakah merek mencapai tujuan yang telah ditentukan atau tidak. Ini juga membantu perusahaan meningkatkan acara aktivasi di masa depan dan berinteraksi dengan audiensnya dengan lebih baik.

Namun, tantangan dengan evaluasi adalah bahwa tidak ada cara yang efektif untuk secara akurat mengukur dampak peristiwa brand activation. Itulah sebabnya merek cenderung mengukur dampak dengan bantuan jumlah unit penjualan atau jumlah suka dalam kasus acara online.

Kesimpulan

Itulah penjelasan lengkap tentang brand activation, contoh, dan tahapan yang bisa Anda lakukan untuk membuat strategi brand activation yang sukses dalam bisnis Anda. Perlu Anda ingat, strategi ini memerlukan perencanaan yang matan dan juga ide yang out of the box sehinggan audiens target Anda bisa mengingat dan berpartisipasi dalam kampanye brand activation yang Anda buat.

Ingin artikel seperti ini ada di website perusahaan Anda? Atau sedang mencari jasa penulis artikel? Hubungi kami melalui tautan ini.