Perusahaan Manufaktur : Pengertian, Jenis, Proses, dan Contohnya

Apa itu Perusahaan Manufaktur?

Perusahaan manufaktur adalah bisnis yang menggunakan bahan baku, suku cadang, dan komponen untuk memproduksi barang jadi. Bisnis manufaktur sering menggunakan mesin, robot, komputer, dan manusia untuk menghasilkan barang dagangan dan biasanya menggunakan jalur perakitan, yang memungkinkan suatu produk disatukan langkah demi langkah, bergerak dari satu workstation ke yang berikutnya.

Manufakturing mengacu pada produksi skala besar barang yang mengubah bahan baku, suku cadang, dan komponen menjadi barang dagangan jadi menggunakan tenaga kerja manual dan / atau mesin. Barang jadi dapat dijual langsung ke konsumen, ke produsen lain untuk produksi produk yang lebih kompleks, atau ke pedagang besar yang mendistribusikan barang ke pengecer.

Jenis Perusahaan Manufaktur

Ada tiga jenis utama produksi manufaktur: make-to-stock (MTS), make-to-order (MTO), dan make-to-assemble (MTA).

Make-to-Stock (MTS)

Ini adalah strategi manufaktur tradisional yang mengandalkan data penjualan masa lalu untuk meramalkan permintaan konsumen dan merencanakan kegiatan produksi terlebih dahulu.

Kelemahan dari strategi ini adalah bahwa jenis perusahaan ini menggunakan data masa lalu untuk memprediksi permintaan di masa depan, yang meningkatkan kemungkinan ramalannya turun, dan pada akhirnya produsen memiliki stok terlalu banyak atau tidak cukup untuk memnuhi pesanan.

Make-to-Order (MTO)

Jenis perusahaan manufaktur inimemungkinkan pelanggan untuk memesan produk yang disesuaikan dan diproduksi sesuai spesifikasi mereka. Proses pembuatan dimulai hanya setelah pesanan diterima, sehingga waktu tunggu untuk pelanggan lebih lama, tetapi risiko persediaan berlebihan akan berkurang.

Baca juga : Ingin Mencari Investor? Berikut Perbedaan Tipe Investor di Dunia Startup

Make-to-Assemble (MTA)

Ini adalah strategi yang bergantung pada perkiraan permintaan untuk memasok komponen dasar suatu produk, tetapi mulai merakitnya setelah pesanan diterima. Ini adalah gabungan dari pendekatan MTS dan MTO. Pelanggan dapat menyesuaikan produk dan menerimanya lebih cepat karena pabrikan memiliki komponen dasar yang siap, tetapi jika pesanan tidak masuk, pabrikan akan berhenti produksi dengan stok suku cadang yang tidak diinginkan.

Ketiga jenis bisnis manufaktur memiliki risiko tertentu. Memproduksi terlalu banyak barang menyebabkan kerugian finansial karena kas telah menjadi persediaan yang tidak diinginkan.

Namun disisi lain memproduksi terlalu sedikit berarti ada kemungkinan untuk tidak memenuhi permintaan pasar, yang dapat menyebabkan pelanggan beralih ke persaingan dan menyebabkan penurunan penjualan bagi produsen.

Untuk mengurangi risiko, semua jenis bisnis manufaktur harus fokus pada menjaga biaya produksi tetap rendah, mempertahankan kontrol kualitas yang baik dan berinvestasi dalam manajemen penjualan yang sangat baik.

Baca juga : Ingin Penghasilan Tambahan? Berikut adalah 7 Situs Penghasil Uang

Empat Hal dasar dalam Proses Manufaktur

1. Pencetakan di Manufaktur

Jika produk yang Anda buat mulai sebagai cairan, kemungkinan pabrikan menggunakan pencetakan. Salah satu jenis cetakan yang populer adalah casting, yang melibatkan memanaskan plastik hingga menjadi cair, kemudian menuangkannya ke dalam cetakan. Setelah plastik mendingin, cetakan dihilangkan, memberi Anda bentuk yang diinginkan.

Anda juga dapat menggunakan casting untuk membuat terpal plastik, yang memiliki beragam aplikasi. Ada empat jenis cetakan:

  • cetakan injeksi, yang melelehkan plastik untuk membuat bahan 3-D seperti bak dan mainan,
  • blow moulding digunakan untuk membuat pipa dan botol susu,
  • cetakan kompresi digunakan untuk produk skala besar seperti ban mobil
  • cetakan rotasi, digunakan untuk perabotan dan drum pengiriman.

2. Pemesinan di Manufaktur

Akan sulit untuk membuat produk seperti bagian logam tanpa menggunakan beberapa jenis mesin. Pabrikan menggunakan alat seperti gergaji dan roda berputar untuk mencapai hasil yang diinginkan. Ada juga alat yang menggunakan panas untuk membentuk barang.

Mesin laser dapat memotong sepotong logam menggunakan sinar cahaya berenergi tinggi, dan obor plasma dapat mengubah gas menjadi plasma menggunakan listrik. Mesin erosi menerapkan prinsip yang sama menggunakan air atau listrik, dan mesin kontrol numerik komputer memperkenalkan pemrograman komputer ke dalam campuran manufaktur.

Baca juga : 11 Tips Efektif Agar Bisnis Anda bisa Go Internasional

3. Penggabungan di Manufaktur

Anda hanya bisa sejauh ini dengan cetakan dan mesin. Pada titik tertentu Anda harus bisa menyatukan beberapa bagian untuk membuat satu bagian. Kalau tidak, yang bisa Anda buat hanyalah furnitur mirip IKEA yang perlu dirakit, sebagian demi sebagian. Penggabungan menggunakan proses seperti pengelasan dan solder untuk menerapkan panas untuk menggabungkan bahan. Potongan juga bisa disatukan menggunakan ikatan perekat atau pengencang.

4. Pemotongan dan Pembentukan di Manufaktur

Saat berurusan dengan lembaran logam, pemotongan ikut berperan. Pemotongan menggunakan pisau pemotong untuk membuat potongan lurus menjadi sepotong logam. Juga dikenal sebagai die cutting, Anda akan sering melihat gunting yang digunakan pada aluminium, kuningan, perunggu, dan stainless steel.

Proses pembentukan logam lainnya adalah pembentukan yang menggunakan kompresi atau jenis tekanan lain untuk memindahkan material ke bentuk yang diinginkan. Meskipun membentuk sering digunakan dengan logam, itu juga dapat digunakan pada bahan lain, termasuk plastik.

Contoh Perusahaan Manufaktur di Dunia

Otomotif

Perusahaan otomotif adalah salah satu perusahaan manufaktur penggerak perekonomian yang ada di dunia. Dengan membuat lebih banyak mesin untuk kendaraan bermotor, perusahaan otommotif telah menyerap banyak tenaga kerja dan menghasilkan pajak yang besar untuk pemasukan negara yang ada.

Salah satu perusahaan otomotif tertua di dunia adalah perusahaan Ford di Amerika yang telah berdiri sejak 1903. Di Indonesia sendiri ada grup Astra yang merajai industri otomotif sejak tahun 1957

Elektronik

Tidak jauh berbeda dengan industri otomotif, industri manufaktur di bidang elektronik juga merupakan industri dengan pendapatan terbesar di dunia. Tidak hanya itu, secara garis besar industri elektronik telah berkorelasi kemajuan teknologi dan kemudahan yang kita nikmati sekarang adalah berkat pengembangan riset dan produk yang telah mereka lakukan.

Salah satu industri elektronik yang terkenal di dunia adalah HP atau Hawlett Packard sebagai pionir perusahaan teknologi dan elektronik yang membawahi bidang komputasi, percetakan, dan gambaran digital. Untuk di Indonesia Industri elektronik terkenal adalah seperti Polytron atau Maspion yang memiliki produk yang sudah terkenal oleh sebagian besar masyarakat di Indonesia

Baca juga : 10 Cara Mengetahui Masalah Bisnis dan Pemecahannya

Garmen

Salah satu industri manufaktur yang menyerap sangat banyak tenaga kerja adalah industri garmen. Masih banyak perusahaan garmen menggunakan proses manual dan membutuhkan tenaga manusia untuk membuat produk jadi seperti kain atau pakaian.

Jika Anda pernah mendengar GuessH&M atau Calvin Klein, itu adalah beberapa perusahaan garmen dan pakaian yang sudah mendunia. Sedangkan untuk di Indonesia perusahaan garmen terkenal dan terbesar adalah Sritex yang berada di Kota Solo

Makanan dan Minuman

Unilever dan Nestle menjadi salah satu peusahaan manufaktur dalam industri makanan minuman dan juga kebutuhan harian yang sudah sangat besar dan terkenal di dunia. Mungkin produk yang mereka buat juga menjadi kebutuhan harian Anda di rumah.

Di Indonesia ada beberapa perusahaan manufaktur besar dalam bidang industri dan makanan, diantaranya seperti Ultra Jaya, Sido Muncul, atau Siantar Top.

Perawatan dan Kecantikan

Jenis perusahaan manufaktur yang cukup mendunia terutama saat ini adalah industri perawatan dan kecantikan. Industri perawatan kecantikan telah melahirkan banyak merek yang memiliki banyak konsumen sehingga dibutuhkan proses manufaktur yang berkesinambngan dan terukur.

Salah satu merek perawatan dan kecantikan yang memiliki banyak konsumen setia adalah Body Shop, untuk di Indonesia terdapat merek Martha Tilaar yang sudah digunakan untuk perawatan kecantikan wanita Indonesia sejak dulu.

Baca juga : 7 Hal Yang Harus Ditanyakan pada Diri Sendiri Sebelum Memulai Bisnis

Kesimpulan

Itulah penjelasan lengkap mengenai perusahaan manufaktur. Jika Anda berencana untuk membangun perusahaan manufaktur, tentu Anda membutuhkan perencanaan yang matang, tim yang ahli, dan modal yang tidak sedikit. Bisnis manufaktur adalah bisnis yang mengaharuskan Anda untuk tetap berkomitmen pada tujuan awal Anda. Jangan sampai mutu dari produk yang Anda buat menurun akibat diri Anda atau tim Anda tidak konsisten.