Mengetahui Pengertian Biaya Standar Dalam Akuntansi dengan Lengkap

Biaya standar merupakan perkiraan biayaa ktualdalam proses produksi suatu perusahaan, karena biaya sebenarnya tidak dapat diketahui sebelumnya. Jenis biaya ini membantu bisnis untuk merencanakan anggaran.

Kemudian, ketika biaya aktual ditentukan, perusahaan dapat melihat apakah memiliki varian anggaran yang menguntungkan (artinya, biaya aktual tidak melebihi biaya standar) atau varian anggaran yang tidak menguntungkan (biaya standar melampaui biaya standar).

Mengapa Perusahaan Menggunakan Biaya Standar?

Perusahaan menggunakan perhitungan prakiraan biaya ini untuk penganggaran karena biaya sebenarnya dalam proses produksi belum dapat ditentukan. Hal ini karena dalam proses manufaktur tidak mungkin untuk memprediksi permintaan suatu produk atau semua variabel yang akan mempengaruhi biaya pembuatannya.

Ini tidak berarti perhitungan biaya aktual atau biaya sebenarnya tidak akan pernah digunakan, biasanya akuntan perusahaan akan memperbarui varians secara berkala saat informasi tersebut tersedia.

Perhitungan biaya ini tidak hanya membantu perusahaan menganggarkan pengeluaran mereka tetapi juga untuk menetapkan harga produk mereka.

Biaya standar juga dikenal sebagai “biaya yang telah ditentukan sebelumnya”, “prakiraan biaya” dan “biaya yang diharapkan”.

Pada akhir tahun (atau periode akuntansi) jika biaya standar lebih tinggi dari biaya sebenarnya, maka perusahaan dianggap memiliki varians yang menguntungkan.

Jika biaya aktual perusahaan lebih tinggi, maka perusahaan akan memiliki varian yang tidak menguntungkan. Varians ini dapat ditinjau secara berkala untuk menemukan secara spesifik di mana dalam proses manufaktur perbedaan biaya aktual terletak antara nilai prakiraan dan nilai aktual; misalnya, varians biaya tenaga kerja, varians biaya material, dll.

Bagaimana Anda Menghitung Biaya Standar?

Untuk menghitung biaya standar suatu produk, perusahaan harus melakukan hal berikut:

Formulasi biaya standar = Tenaga Kerja Langsung + Bahan Langsung + Overhead Manufaktur

  • Perhitungan Tenaga Kerja Langsung = Tarif Per Jam x Jam Bekerja
  • Perhitungan Bahan Langsung = Bahan Baku x Harga Pasar
  • Perhitungan Biaya Overhead Manufaktur = Gaji Tetap + (Jam mesin x Tarif mesin)

Dengan pengecualian tarif per jam, semua angka ini perlu diperkirakan.

Keuntungan Menggunakan Perhitungan Biaya Standar

Ada sejumlah keuntungan menggunakan teknik ini pada industri manufaktur adalah:

Memudahkan perusahaan dalam pembuatan anggaran

Anggaran untuk perusahaan (yang memproduksi produk) tidak dapat dibuat tanpa perhitungan biaya yang menyeluruh. Ketika jumlah dana diberikan untuk tenaga kerja, material dan overhead manufaktur, anggaran tersebut dapat diselesaikan.

Anggaran selalu merupakan perkiraan, kemudian dibandingkan dengan jumlah sebenarnya yang dibelanjakan, sehingga pembuatan anggaran tahun berikutnya lebih akurat. Dengan cara ini, dengan asumsi tidak ada perubahan produk atau manufaktur yang signifikan dari tahun ke tahun, ukuran varians dapat berkurang.

Memudahkan perusahaan untuk menetapkan nilai inventorinya

Yang perlu dilakukan perusahaan untuk menghitung nilai persediaan ata inventori adalah mengalikan jumlah persediaan aktual dengan biaya standar setiap barang.

Karena ini adalah biaya “perkiraan” yang digunakan dalam penghitungan, angkanya tidak akanpasti secara akurat, tetapi kemungkinan mendekati biaya sebenarnya jika perusahaan telah melakukan jenis produksi yang serupa untuk beberapa waktu.

Menghitung persediaan dengan menggunakan prakiraan biaya lebih mudah daripada menggunakan biaya sebenarnya. Ini karena pada kenyataannya, satu batch produk mungkin lebih mahal untuk diproduksi daripada batch lain dari produk yang sama persis.

Mungkin ada penundaan produksi di proses operasional yang mengakibatkan staf lembur untuk menyelesaikan batch kedua. Bayangkan jenis masalah ini terjadi setiap saat, sehingga sangat sulit untuk melacak yang sebenarnya.

Ya, pada akhirnya biaya tambahan tersebut akan diperhitungkan dengan ditambahkan ke biaya varian, tetapi biasanya penilaian inventaris akan menggunakan metode penetapan biaya standar untuk menyederhanakan semuanya.

Memudahkan perusahaan menetapkan harga produk

Tanpa informasi penetapan biaya yang jelas dan prakiraan menyeluruh, tidak mungkin menetapkan harga untuk suatu produk. Ini karena harga tersebut sebagian dihitung pada biaya yang terlibat dalam pembuatan produk tersebut (termasuk biaya tenaga kerja, bahan dan overhead).

Memudahkan catatan keuangan dibuat lebih cepat

Meluangkan waktu untuk terus memperbarui biaya aktual berarti banyak penyesuaian angka untuk akuntan perusahaan. Prakiraan biaya ini mengasumsikan tidak ada fluktuasi harga. Hasilnya, laporan keuangan yang dibutuhkan untuk pengelolaan perusahaan dapat dibuat dengan lebih mudah dan cepat.

Memudahkan benchmarking

Biaya standar yang terkait dengan produk perusahaan memungkinkan manajemen untuk menetapkan tolok ukur, sehingga biaya sebenarnya pada akhirnya dapat dibandingkan.

Jika tolok ukurnya terpenuhi, itu bagus. Jika tidak, dan terdapat varians yang kurang baik, maka perusahaan dapat mencoba menentukan efisiensi dalam proses produksi untuk menurunkan biaya tersebut di masa yang akan datang.

pengertian biaya standar adalah 2

Kekurangan Menggunakan Biaya Standar

Berikut adalah kekurangan menggunakan prakiraan biaya standar

Asumsi yang salah pada biaya yang sebernarnya

Metode penetapan prakiraan biaya mengasumsikan akan ada sedikit perubahan dalam jumlah yang dianggarkan di masa mendatang. Namun, jika suatu produk dihentikan produksinya secara tidak terduga atau produk baru diperkenalkan, atau terdapat efisiensi atau kekurangan baru dalam proses produksi, hal ini dapat mengakibatkan perbedaan yang signifikan dari perkiraan.

Tidak memberikan informasi yang cukup untuk membedakan unit produk

Jika sebuah perusahaan memiliki sistem manufaktur yang sangat kompleks, dengan banyak item yang diproduksi, seringkali tidak mungkin untuk memilih biaya prakiaan untuk satu unit produk. Menganalisis unit produk dapat membantu perusahaan menentukan nilainya, namun perlu dilakukan dengan menggunakan biaya aktual sebagai lawan biaya standar.

Fokus pada varians yang tidak terduga

Seringkali varian yang menguntungkan tidak dicatat sama sekali, dan varian yang tidak menguntungkan malah diteliti. Hal ini dapat menyebabkan beberapa masalah dengan staf, karena sering kali proses produksi, termasuk bagaimana tenaga kerja digunakan, dinilai kembali ketika muncul perbedaan yang tidak diinginkan.

Staf mungkin merasa kinerjanya dipertanyakan, jika mungkin perkiraan awalnya terlalu rendah, dan bahwa jalur sudah berjalan secara efisien.

Apakah Biaya Standar Sama dengan Anggaran?

Biaya standar tidak sama dengan anggaran.

Anggaran adalah perkiraan pengeluaran untuk periode akuntansi tertentu, biasanya kuartal atau tahun, sedangkan biaya standar adalah prakiraan yang digunakan untuk total di beberapa item baris dalam anggaran tersebut, karena terkait dengan biaya produksi.

Jika Anda pemiliki atau bagian dari manajemen dalam industri manufaktur, pastikan Anda mengetahui pengelolaan keuangan, perumusan anggaran dan manajamen biaya dengan baik agar keuangan bisnis lebih terencana dan Anda bisa menghasilkan keuntungan yang optimal.

Ingin artikel seperti ini ada di website perusahaan Anda? Atau sedang mencari jasa penulis artikel? Hubungi kami melalui tautan ini.

 

Berikut adalah artikel yang mungkin berguna bagi bisnis Anda nantinya: