Pengertian Average Order Value (AOV), Rumus dan Tips Meningkatkannya

Average order value, atau AOV, adalah jumlah rata-rata uang yang dibelanjakan pelanggan di situs web atau toko setiap kali mereka membeli sesuatu. Metrik AOV menjumlahkan semua pendapatan dan pesanan yang dibuat dalam waktu tertentu. Memahami AOV dapat membantu Anda menetapkan kebijakan harga yang tepat dan mempertahankan tingkat inventaris yang tepat.

Pada artikel ini, kami akan membahas AOV untuk bisnis dan cara menghitungnya, serta memberikan jawaban atas beberapa pertanyaan yang sering diajukan tentang AOV seperti mengapa AOV itu penting dan bagaimana bisnis dapat meningkatkan jumlah AOV-nya.

Apa itu AOV?

Average order value mengukur berapa banyak uang yang dihasilkan bisnis setiap kali pelanggan melakukan pemesanan di situs webnya. Anda bisa menggunakan sverage order value untuk melacak performa penjualan bisnis online dan memprediksi kebiasaan pembelian pelanggan. Seperti metrik bisnis lainnya, Anda bisa mengukur AOV kapan saja, namun sebagian besar toko online melakukan penghitungan ini setiap bulan.

Rumus average order value

Untuk menemukan AOV situs toko online, bagi total pendapatan yang dihasilkan dengan jumlah semua pesanan yang dilakukan. Berikut rumus AOV:

AOV = Total pendapatan / Total pesanan

Baca juga: Berapa Tingkat Pertumbuhan atau Growth Rate yang Baik untuk Bisnis?

Bagaimana cara menghitung AOV?

Average Order Value 2

Ikuti langkah-langkah di bawah ini untuk menghitung AOV:

1. Pilih periode evaluasi

Akan lebih masuk akal untuk menghitung Average order value perusahaan setelah perusahaan memiliki waktu untuk menerapkan perubahan strategi.

Dengan cara ini, Anda dapat melihat seberapa baik kinerja perusahaan, dengan adanya model penetapan harga baru atau langkah-langkah pengoptimalan penjualan.

Setelah Anda memilih periode evaluasi, Anda dapat menemukan jumlah total pendapatan dan jumlah pesanan selama jangka waktu tersebut.

2. Hitung semua pendapatan yang terkumpul pada periode tersebut

Pendapatan adalah jumlah total uang yang diterima perusahaan dari pelanggannya dalam jangka waktu tertentu. Saat menghitung total pendapatan, abaikan diskon, pengembalian uang, atau penyesuaian lainnya. Untuk mengetahui total pendapatan bisnis, kalikan jumlah barang yang terjual dengan harga.

Misalnya, jika total pendapatan Anda adalah 50.000.000 di bulan Agustus, Anda akan memasukkan nilai ini ke dalam rumus seperti ini:

Average order value untuk bulan Agustus = 50.000.0000 / total pesanan

Baca juga: Mengenal Apa itu Customer Lifetime Value atau CLV

3. Tentukan jumlah pesanan yang dilakukan pada periode tersebut

Untuk menemukan Average order value, pertimbangkan jumlah total pesanan yang dibuat dalam periode tertentu. Average order value memberi tahu Anda berapa nilai setiap pesanan, bukan penjualan per pelanggan.

Sebagai contoh, jika pada bulan Agustus ada 1.000 pesanan yang dilakukan, perhitungannya akan terlihat seperti ini:

Average order value untuk bulan Agustus = 50.000.000 / 1.000

4. Selesaikan perhitungan

Dengan semua informasi yang diperlukan, Anda dapat melanjutkan perhitungan. Dalam contoh yang sama di atas, untuk menghitung Average order value untuk bulan Agustus, Anda akan membagi total pendapatan dengan jumlah pesanan:

AOV = 50.000.000 / 1.000 = 50.000 per pesanan

Perhitungan ini menunjukkan bahwa Average order value untuk bulan Agustus adalah 50.000. Artinya, rata-rata pelanggan menghabiskan 50.000 per pesanan. Perhitungan AOV dapat membantu Anda mulai mengatur strategi pemasaran atau penetapan harga untuk meningkatkan keuntungan.

Baca juga: 18 Metrik Customer Retention dan Cara Menghitungnya

Mengapa AOV penting?

Dengan memahami arti AOV dan trennya, bisnis dapat lebih memahami bagaimana pelanggan berbelanja dan bagaimana pendapatan cenderung berubah.

Metrik ini dapat membantu bisnis membuat keputusan tentang harga, bauran produk, dan promosi. Metrik ini juga dapat membantu mereka memutuskan apakah akan menaikkan harga atau menurunkan biaya pengiriman untuk meningkatkan jumlah pesanan di situs online.

Average order value yang rendah dapat menandakan bahwa pelanggan hanya membeli satu produk per pesanan. Jika Anda ingin meningkatkan penjualan, Anda dapat menurunkan harga untuk membuat pelanggan lebih nyaman dan mendorong mereka untuk melakukan lebih banyak pesanan.

Pelanggan juga mungkin hanya membeli barang-barang tertentu yang harganya rendah. Dalam hal ini, Anda harus fokus pada penjualan barang dengan harga lebih tinggi.

Berapa nilai AOV yang bagus?

Penting untuk memiliki AOV yang tinggi, meskipun average order value yang baik tergantung pada bisnis dan jenis produk yang dijual perusahaan.

Misalnya, bisnis yang menjual barang bernilai ratusan juta rupiah mungkin akan memiliki average order value yang lebih tinggi. Sebaliknya, bisnis yang menjual barang konsumtif murah mungkin memiliki average order value yang lebih rendah.

Baca juga: Rumus Menghitung CAC yang Harus Marketer Ketahui

Bagaimana cara meningkatkan AOV?

Ikuti tips di bawah ini untuk meningkatkan metrik ini:

  • Pahami kebutuhan pelanggan: Mengetahui apa yang disukai dan tidak disukai pelanggan dapat memudahkan Anda membuat produk yang lebih baik untuk mereka. Anda mungkin juga ingin mempertimbangkan untuk menawarkan beberapa opsi untuk setiap item, dalam hal merek dan harga.
  • Terus ikuti perkembangan tren industri: Anda dapat membantu meningkatkan Average order value Anda dengan mengamati tren industri. Hal ini dapat memungkinkan Anda untuk mengantisipasi tindakan pesaing Anda dan menyesuaikan penawaran Anda sendiri atau menciptakan alasan kuat bagi pelanggan untuk tetap bersama Anda.
  • Naikkan harga: Untuk meningkatkan Average order value, Anda dapat mempertimbangkan untuk menaikkan harga. Hal ini dapat bekerja dengan baik jika produk Anda unik atau memiliki nilai yang tinggi. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa pelanggan masih menemukan nilai dari apa yang dijual perusahaan, bahkan pada titik harga yang lebih tinggi.
  • Tawarkan penawaran paket: Penawaran paket adalah cara yang bagus untuk mendorong pelanggan membelanjakan lebih banyak uang daripada yang mereka inginkan. Misalnya, Anda dapat menawarkan diskon jika mereka membeli sepasang sepatu dan tas tangan yang cocok pada saat yang bersamaan. Hal ini dapat mendorong mereka untuk melakukan banyak pembelian daripada membeli satu barang.
  • Carilah ulasan pelanggan: Anda bisa meminta ulasan di media sosial, situs web, atau bahkan secara langsung, jika memungkinkan. Ulasan dapat membuat pelanggan merasa dihargai, dan mereka mungkin akan kembali ke bisnis Anda di masa depan.
  • Tawarkan kupon dan diskon: Pelanggan mungkin akan melakukan pembelian atau membelanjakan lebih banyak untuk suatu barang jika mereka yakin bahwa barang tersebut merupakan penawaran yang bagus. Kupon dan diskon tidak hanya memungkinkan Anda untuk meningkatkan penjualan produk, tetapi juga dapat membuat pelanggan merasa istimewa.

Baca juga: Pengertian Customer Acquisition Cost dan Cara Efisiensinya

Kesimpulan

Dalam bisnis e-commerce, Average Order Value (AOV) merupakan salah satu indikator kunci yang dapat digunakan untuk mengukur kesehatan bisnis dan performa penjualan. Dalam artikel ini, kita telah membahas pengertian AOV, cara menghitungnya, faktor-faktor yang mempengaruhinya, serta strategi untuk meningkatkan AOV.

Dalam mengoptimalkan AOV, perusahaan dapat mengambil beberapa strategi seperti menargetkan pelanggan yang potensial, memberikan diskon atau promo, serta menggunakan teknik bundling, cross-selling, dan upselling. Dengan memperhatikan AOV, perusahaan dapat mengetahui bagaimana performa penjualan mereka dan membuat strategi yang tepat untuk meningkatkan nilai transaksi pada setiap pesanan.

Dalam dunia bisnis yang semakin kompetitif, meningkatkan AOV menjadi salah satu hal yang sangat penting untuk meningkatkan pendapatan dan keuntungan bisnis e-commerce. Oleh karena itu, perusahaan perlu memperhatikan dan mengelola AOV secara cermat untuk mengoptimalkan potensi penjualan mereka.